Home Artikel aqiqah Syarat Kambing Aqiqah

Syarat Kambing Aqiqah

24
0
Syarat Kambing Aqiqah

Sebenarnya tidak ada ketentuan khusus kambing digunakan untuk aqiqah. Pada dasarnya hampir sama dengan kambing kurban. Namun terdapat sedikit perbedaan. Tentu saja perbedaan tersebut terhitung ringan, mengingat amalan ini dihitung sebagai sedekah dan merupakan sunnah. Walau begitu, anda harus memperhatikan betul syarat kambing yang hendak anda kurban kan untuk aqiqah. Syarat syarat tersebut tentunya merupakan salah satu rukun yang tidak boleh ditinggalkan.

Sebenarnya, bukan hanya kambing saja kita bisa beraqiqah, kita bisa menggunakan hewan lainnya seperti domba, dan sejenisnya. Namun disini kita disyariatkan untuk menggunakan kambing sebagai aqiqah. Dari Aisyah dia berkata : Rasulullah bersabda : “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.” [Shahih, Hadits Riwayat Ahmad (2/31, 158, 251), Tirmidzi (1513), Ibnu Majah (3163), dengan sanad hasan]. Untuk penjelasan lebih lengkapnya, anda bisa melihat beberapa syarat kambing aqiqah berikut ini.

Syarat Kambing Aqiqah

 

1. Sebaiknya memilih kambing yang sehat, tidak cacat dan normal.

Kualitas kambing juga perlu diperhatikan, karena yang namanya beraqiqah dan bersodaqoh, haruslah dari hal hal yang baik. Entah itu sumber pendapatannya, atau barangnya. Hal ini berdasarkan pendapat dari Imam Ibnu Hazm dalam kitabnya “Al-Muhalla” (7/523) berkata : “Orang yang melaksanakan aqiqah dengan kambing yang cacat, tetap sah aqiqahnya sekalipun cacatnya termasuk kategori yang dibolehkan dalam kurban Idul Adha ataupun yang tidak dibolehkan. Namun lebih baik (afdhol) kalau kambing itu bebas dari catat.”

2. Tidak diharuskan mencapai umur tertentu.

Tentu saja kurban dengan aqiqah berbeda. Syarat aqiqah lebih ringan ketimbang kurban. Seperti berapa minimal umur kambing yang digunakan, itu semua tidak menjadi permasalahan. Imam As-Shan’ani, Imam Syaukani, dan Iman Ibnu Hazm bahwa kambing aqiqah tidak disyaratkan harus mencapai umur tertentu atau harus tidak cacat sebagaimana kambing Idul Adha, meskipun yang lebih utama adalah yang tidak cacat.

3. Tidak mesti kambing jantan atau betina.

Tidak ada perintah untuk menggunakan kambing jantan maupun betina, jadi bebas yang penting sesuai syarat yang ada. Hal ini berdasar pada hadits nabi yang tidak menyebutkan jenis kelamin kambing yang digunakan. Jadi anda boleh menggunakan kambing jantan atau betina.

4. Memotong dengan menggunakan doa yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad

Semua amalan tentu saja harus berlandaskan dalil dan petunjuk dari nabi. Hal ini merupakan syarat utama sebuah ibadah diterima atau tidak. Adapun petunjuk Nabi tentang tasmiyah (membaca bismillah) sedah masyhur dan telah kita ketahui bersama (lihat Irwaul Ghalil 2529-2536-2545-2551, karya Syaikh Al-Albani). Oleh karena itu, doa tersebut juga diucapkan ketika meyembelih hewan untuk aqiqah karena merupakan salah satu jenis kurban yang disyariatkan oleh Islam. Maka orang yang menyembelih itu biasa mengucapkan : “Bismillahi wa Allohu Akbar”.

5. Laki laki disunnahkan 2 kambing, perempuan 1 kambing. Tapi tak mengapa jika laki laki dengan 1 kambing.

Dari Aisyah dia berkata : Rasulullah bersabda : “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.” [Shahih, Hadits Riwayat Ahmad (2/31, 158, 251), Tirmidzi (1513), Ibnu Majah (3163), dengan sanad hasan]. Dan kita mendapatkan kemudahan menggunakan 1 kambing saja untuk laki laki. Semua ini berdasar pada hadits Dari Ibnu Abbas bahwasannya Rasulullah bersabda : “Menaqiqahi Hasan dan Husain dengan satu kambing dan satu kambing.” [HR Abu Dawud (2841) Ibnu Jarud dalam kitab alMuntaqa (912) Thabrani (11/316) dengan sanadnya shahih sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Daqiqiel ‘Ied]

Sebenarnya syarat menggunakan kambing aqiqah terhitung mudah ketimbang kambing yang digunakan untuk berkurban. Tentu saja ini merupakan karunia dari Allah kepada kita yang hendak melaksanakan perintahnya dan perintah Allah.