Home Artikel aqiqah Apakah itu “Tahnik/ Tahniq”?

Apakah itu “Tahnik/ Tahniq”?

4
0
tahnik

Dalam salah satu riwayat disebutkan:

Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu, ia mengatakan,” Sesuatu hari, anak Abu Thalhah mengidap sakit. Kemudian kala Abu Thalhah berangkat keluar, si anak wafat dunia. Kala kembali dari ekspedisi, Abu Thalhah bertanya( kepada isterinya),” Pa yang dicoba oleh anakku saat ini?” Ummu Sulaim( si isteri) menanggapi,” Ia saat ini dalam kondisi sangat tenang.” Kemudian si isteri menghidangkan makan malam menurutnya, kemudian mereka makan malam berbarengan, serta setelah itu mereka melaksanakan ikatan tubuh. Sehabis berakhir, si isteri mengatakan,” Anak tersebut sudah dikubur( sudah meninggal).” Hingga dipagi harinya Abu Thalhah mendantangi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, kemudian ia mengabarkan masalah tersebut kepadanya.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengatakan,” Apakah tadi malam kamu berhubungan seksual?” Ia mengatakan,” Ya.” Dia mengatakan,” Ya Allah, berkahilah mereka berdua.” Hingga setelah itu si isteri melahirkan seseorang anak. Kemudian Abu Thalhah mengatakan kepadaku,” Rapihkan anak itu buat dibawa menghadap Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.” Hingga anak itupun dibawah menemui Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, serta dibawakan pula sebagian butir korma bersamanya. Setelah itu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengambil anak tersebut, kemudian mengatakan,” Apakah ada suatu berbarengan anak ini?” Mereka mengatakan,” Ya, sebagian butir korma.” Hingga Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengambilnya, setelah itu dia mengunyahnya kemudian diambilnya dari mulutnya serta dimasukkan ke dalam mulut anak itu kemudian Dia mentahniknya. Dia menamainya Abdullah.” HR. Bukhari, nomor. 5470, Muslim, nomor. 2144 serta diriwayatkan oleh yang lain

Ibnu Hajar al- Asqalani rahimahullah menerangkankan arti tahnik serta doa yang selayaknya dibaca setelahnya:

Iktikad mentahnik merupakan meletakkan dalam mulut balita kurma, setelah itu menyikat langit- langit mulutnya dengan kurma tersebut… Setelah itu Dia mendoakan keberkahan menurutnya ialah berucap:

( Baarakallahu fihi). Maksudnya:“ Mudah- mudahan Allah membagikan keberkahan pada pribadinya”. atau

( Allahumma baarik fihi). Maksudnya:“ Ya Allah berkahilah ia.” Fathul Baari 7/ 248

Imam An- Nawawi mengatakan,” Para ulama setuju disunahkannya melaksanakan tahnik terhadap balita yang baru dilahirkan dengan kurma( Bila tidak terdapat korma hingga dapat dicoba dengan suatu yang tujuannya sama ataupun mendekati, semacam dengan suatu yang manis), kemudian dikunyahlah kurma itu oleh orang yang hendak mentahniknya sampai encer serta gampang ditelan, setelah itu mulut si anak dibuka serta setelah itu dimasukkan ke dalam mulutnya supaya terdapat penggalan dari kunyahan tersebut yang masuk ke dalam rongganya. Syarh an- Nawawi Ala Shahih Muslim, 14/ 122- 123

Dari mari dapat difahami kalau apabila seorang tidak mengalami kurma hingga boleh mentahnik dengan suatu yang memiliki manfaat yang sama ataupun mendekati, dengan begitu dibolehkan memakai sari kurma.

Keyword:

Apa itu tahnik?
Apa hukum tahnik?
Cara tahnik bayi

Sumber : salam dakwah